|
Wana Wisata Oray Tapa
Keadaan umum
Luas 5ha, KPH Bandung, BKPH Manglayang Barat, RPH Arca MAnik,
Kabupaten Bandung, Kecamatan Cicadas, desa Mekar Manik.
Wana wisata ini terletak pada ketinggian 800 m dpl, konfigurasi
lapangan umumnya bergelombang, kawasan ini mempunyai curah hujan
2.000mm/th dengan suhu udara 19-26C.
Potensi Kawasan
Wana wisata ini terdiri dari hutan tanaman campuran (pinus, cemara
dll). Sumber air yang ada berupa mata air yang ada saat ini
dimanfaatkan untuk keperluan pengunjung dan masyarakat setempat.
Potensi visual lanserkap didalam kawasan yang menarik antara lain
adalah hutan alam, hutan tanaman campuran, pemandangan kota Bandung
dan udara dataran tinggi yang sejuk.
Potensi wisata
Kegiatan wisata di WW oray Tapa adalah berkemah dan pemandian alam
dimata air. Sejak pertengahan September 1997, hutan pinus dipetak
hutan 41 terdapat sumber air yang justru muncul pada saat musim
kering. Sumber mata air ini menjadi terkenal setelah seorang
penderita lumpuh dari Antapani Bandung datang dan mandi dilokasi
tersebut. Sebelumnya ia mengaku mendapat mimpi yang menurut
keyakinannya merupakan wangsit (Petunjuk dari Yang Maha Kuasa) agar
ia mandi disebuah pancuran yang baru timbul dihutan bertumbuhan
pinus itu. Kebetulan penderitanya selama 6 tahun itu selesai begitu
usai mandi dipancuran tersebut. Kemudian disusul oleh 4 orang
lainnya yang menderita berbagai penyakit termasuk seorang dari
Majalaya yang sudah lama berpenyakit menggigil dan kaki tangannya
kaku. selesai mandi disana lelaki asal Majalaya ini langsung
berangsur sembuh dan pulang dalam keadaan segar bugar.
Dua sumber air yang keluar dari tebing itu kini diatur dan
ditertibkan dengan mengalirkannnya pada 9 pancuran dan untuk
sementara disekat-sekat.
Fasilitas
Fasilitas wisata yang tersedia didalam kawasan wana wisata ini
berupa papan petunjuk, loket karcis, tempat parkir, jalan setapak,
tempat duduk, mushola, MCK dan shelter.
Aksesbilitas
Wana wisata ini dapat dicapai dari Kecamatan Cicadas (11km) Ujung
Berung (13km) Cicalengka (25km) dan dari Kabupaten/Kodya Bandung
(17km) Garut (53km). Kondisi jalan umumnyaberaspal dsan sedikit
jalan batu, tetapi dapat dilalui kendaraan roda dua maupun empat,
sarana ransportasi umum yang ada berupa ojek dan colt. |