|
Wana Wisata Kawah Putih
Keadaan umum
Luas 25ha, RPH Ciwidey, BKPH Ciwidey, KPH Bandungselatan, Desa Alam
Endah, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung.
Tempat ini terletak pada ketinggian 2434m dpl. konfigurasi lapangan
pada umumnya landai sampai berbukit. Suhu udara sekitar 8-22C sumber
air yang ada tergantung musim hujan. Kelembaban 90%, sedangkan curah
hujan tahunan tercatat antara 3743-4043mm/tahun.
Potensi Kawasan
Wana wisata ini merupakan wisata harian yang memiliki pemandangan
alam berupa hutan alam dan kawah gunung berapi. Wisata harian yang
dapat dilakukan adalah lintas alam dan mendaki gunung.
Tumbuhan yang terdapat pada wana wisata ini yaitu: alang-alang,
saliara, kingkilaban, kirinyuh, puspa, kayu putih, cemara dan
rasamala.
Binatang yang terdapat di wana wisata ini yaitu: sanca, burung hantu,
surili, harimau, seigala.
Potensi wisata
Gunung puntang oleh masyarakat Ciwidey dianggap sebagai gunung yang
tertua, namun Patuha konon berasal dari kota Pak Tua (sepuh).,
sehingga masyarakat setempat seringkali menyebutnya dengan nama
Gunung Sepuh. Lebioh dari seabad yang lalu, puncak gunung Patuha
dianggap anker oleh masyarakat setempat sehingga tak seorangpun
berani menginjaknya. oleh karena itu, keberadaan dan keindahannya
pada saat tersebut tidak sempat diketahui orang.
Atas dasar beberapa keterangan, gunung patuha pernah meletus pada
abad X sehingga menyebabkan adanya kawah (crater) yang mengeringkan
disebelah puncak bagian barat. Kemudian pada abad XII kawah
disebelah kirinya meletus pula yang kemudian membentuk yang indah.
Tahun 1837, seorang Belanda peranakan Jerman bernama Dr. Franz
Wilhem Junghuhn (1809-1864)
mengadakan perjalanan kedaerah Bandung selatan. Ketika sampai
dikawasan tersebut Junghuhn merasakan suasana yang sangat sunyi dan
sepi, tak seekor binatang pun yang melintasi daerah itu. Ia kemudian
menanyakan masalah ini kepada masyarakat setempat dan menurut
masyarakat kawasan gunung Patuha sangat angker karena merupakan
tempat bersemayamnya arwah para leluhur serta merupakan pusat
kerajaan jin. KArenanya bila ada burung yang lancang berani terbang
diatas kawasan tersebut akan jatuh dan mati. Meskipun demikian,
orang Belanda yang satu ini tidak begitu percaya akan ucapan
masyarakat. Ia kemudian melanjutkan perjalanannya menembus hutan
belantara digunung itu untuk membuktikan kejadian apa yang
sebenarnya terjadi dikawasan tersebut. Namun sebelum sampai dipuncak
gunung, Junghuhn tertegun menyaksikan pesona alam yang begitu indah
dihadapannya, dimana terhampar sebuah danau yang cukup luas dengan
air berwarna putih kehiajuan. DAri dalam danau itu keluar semburan
lava serta bau belerang yang menusuk hidung. Dan terjawablah sudah
mengapa burung-burung tidak mau terbang melintasi kawasan tersebut.
Dari sinilah awal mula berdirinya pabrik belerang kawah putih dengan
sebutan dizaman Belanda Zwavel Ontgining Kawah Putih. Dizaman Jepang
usaha pabrik ini dilanjutkan dngan menggunakan sebutan kawah putih
kenzonka Yokoya Ciwidey, dan langsung berada dibawah pengawasan
militer.
Cerita dan misteri tentang kawah putih terus berkembang dari satu
generai masyrakat kegenerasi masyarakat berikutnya. Hingga kini
mereka masih percaya bahwa kawah putih merupakan tempat berkumpulnya
roh para leluhur . Bahkan menurut kuncen Abah KAran yang sekarang
berumur 105 tahun dan bertempat tinggal dikampung Pasir Hoe , Desa
Sugih Mukti, dikawah putih terdapat makam para leluhur diantaranya:
Eyang Jaga Satru, Eyang Rangsa Sadana, Eyang Camat, Eyang Ngabai,
Eyang Barabak, Eyang Baskom dan Eyang Jambrong. Salah satu puncak
gunung Patuha, Puncak Kapuk dipercaya sebagai tempat rapat para
leluhur yang dipimpin oleh Eyang Jaga Satru. Ditempat ini masyarakat
sesekali melihat (secara gaib) sekumpulan domba berbulu putih (domba
lukutan) yang dipercaya sebagai penjelmaan dari para leluhur.
Alam pemandangan disekitar kawah putih cukup indah dengan air danau
berwarna putih kehijauan sangat kontras dengan batu kapur putih yang
mengitari danau tersebut. Disebelah utara danau berdiri tegak tebing
batu kapur berwarna kelabu yang ditumbuhi lumut dan berbagai
tumbuhan lainnya.
Franz Wilhem Junghuhn kini sudah lama tiada, namun penemuannya yang
dikenal dengan nama kawah putih masih tetap anggun mempesona sampai
saat ini.
Perum perhutani mengembangkan WW Kawah Putih masih anggun mempesona
sampai saat ini.
Perum Perhutani mengembangkan WW KAwah Putih sejak tahun 1991.
Fasilitas
FAsilitas yang terdapat di WW Kawah Putih diantaranya Musholla, MCK,
bangunan pusat informasi, areal mini zoo, tempat bermain anak-anak,
kis dagang.
Aksesbilitas
Keadaan jalan pada umumnya baik dan beraspal sehingga dapat dicapai
dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jarak tempuh dari
Bandung 47km. |