|
Keadaan umum
Secara wilayah pengelolaan hutan Wana Wisata Gunung Pinang seluas
222 ha dikelola oleh
KPH Banten, BPKPH Serang, RPH Cilegon, sedangkan secara administrasi
pemerintahan termasuk
pada Kabupaten Serang, Kecamatan Kramat Watu, Desa Pejaten, Lebak
Wana.
Wana Wisata ini terletak pada ketinggian 0-300m dpl, konfigurasi
lapangan pada umumnya landai bergunung. Kawasan ini mempunyai curah
hujan 2.067 mm/tahun dengan suhu udara 23-32c.
Potensi kawasan
Wana wisata ini terdiri dari hutan tanaman (jati, mahoni, dan
lain-lain), Sumber air yang ada berupa air hujan, yang saat ini
dimanfaatkan dengan cara menampung dengan ting/bak untuk keperluan
MCK.
Potensi Visual lansekap menuju lokasi cukup menarik dengan
pemandangan alam berupa : persawahan, pemukiman, sedangkan gejala
alam/ potensi visual lansekap didalam kawasan yang
mempunyai karakteristik khas adalah hutan tanaman campuran dan
pandangan lepas kota Merak, pulau Burung dan Mesjid Banten.
Potensi Wisata
Wana Wisata ini digunakan untuk wisata harian. Kegiatan harian yang
dilakukan adalah piknik, praktek bina wana, mendaki gunung.
Sejarah Kawasan
Dizaman Belanda, hutan digunung Pinang cukup rapat dan subur. namun
dengan sering dibakar oleh penduduk yang mempunyai kepercayaan bahwa
bila hutan dibakar akan turun hujan.
Sejak dinyatakan kawasan hutan tetap tahun 1935 hingga penggantian
Dinas Kehutanan menjadi Perum Perhutani tahun 1978, kawasan gunung
Pinang direhabilitasi yang berlangsung antara 1979-1988, yang
digambarkan mirip suasana perang,
Rawannya gangguan terhadap gunung Pinang tidak lepas dari posisinya
yang rawan, Gunung Pinang ternyata sangat strategis sebagai
paru-paru kota dan persinggahan wisata bagi Serang dan Cilegon.
Terdapatnya makam dipuncak Gunung Pinang sering diZiarahi walau tak
diketahui jasad siapa yang dimakamkan disitu.
Keberhasilan reboisasi dan pembagian tanaman berdasarkan petak dapat
juga dijadikan sebagai sarana pengetahuan dan pengenalan tanaman
bagi pelajar atau umum. Pemanfaatan jalan setapak melingkar dapat
digunakan untuk kegiatan olahraga sepeda gunung. Dan pada tahun 1991
Gunung Pinang mulai dibuka untuk wisatawan umum.
Fasilitas
Jenis fasilitas wisata yang tersedia di kawasan ini adalah 6 buah
6tempat duduk, menara pengamat kebakaran jalan aspal, shelter dan
tempat sampah.
Aksesbilitas
Wana wisata ini dapat dicapai dari Kecamatan Kramat Watu (1km) dan
dari Kabupaten Serang (8km). Kondisi jalan umumnya baik (beraspal),
dapat dilalui kendaraan roda empat. Sarana transportasi umum yang
ada colt dan bus. |