Carita beach resort
Taman Wisata alam Carita

Keadaan Umum
Taman Wisata Alam Carita menurut administrasi pemerintahan termasuk wilayah Desa Sukaraja, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. Menurut wilayah pengelolaan huta termasuk RPH Carita, BKPH Pandeglang KPH Banten. Kawasan hutan lindung, hutan tanaman dan pantai seluas 95ha ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam berdasarkan SK Mentri Pertanian No.440/kpts/UM/1978 tanggal 15 Juli 1978.

Menurut klasifikai schmidt dan Ferguson, Carita dan sekitarnya termasuk tipe iklim B dengan curah hujan rata-rata 3.140mm per tahun dengan temperatur minimum 20C dan maksimum 30C serta kelembaban udara antara 70-80%.

Keadaan lapangan sebagian landai dan sebagian besar umumnya merupakan perbukitan. Ketinggian lokasi dari 0-50m dari permukaan laut.

Potensi Kawasan
TWA Carita merupakan hutan dataran rendah yang lokasinya berdekatan dengan daerah Tujuan Wisata Pantai Carita. Kawasan ini memiliki kekayaan sumber daya alam hayati yang potensial. Keanekaragaman hayati berupa flora dan fauna serta keindahan panorama alamnya merupakan daya tarik yang penting bagi pengembangan kepariwisataan diwilayah Kabupaten Pandeglang.

Beberapa jenis pohon yang terdapat disini antara lain yaitu jati (Tectona Grandis), Mahoni (swietenia macrophylla), mahoni afrika (s. khaya antoteca) bungur (lagerstromia speciosa). selain itu juga terdapat kebun percobaan balai penelitian hutan yang sedang mengembangkan stek pucuk meranti (shorea selanica.

Fauna yang terdapat di TWA Carita adalah tando (Petaurista elegans), babi hutan (susvitatus) kera ekor panjang (MAcaca Fascicularis) lutung (tachypitechus auratus) biawak (Varanus salvator) dan ular sanca (phyton sp).

Terdapat juga sebagian jenis burung, diantaranya yaitu alap-alap (Falco moluccensis) elang (spilornis cheela) jenis burung yang lebih kecil lainnya. sering pula dijumpai kelelawar.

Potensi wisata
Berdasar pada potensi dan keadaan lapangan yang ada didalam kawasan TWA Carita, maka kegiatan wisata alam yang dapat dilakukan adalah berupa:
1. Wisata alam (darat) yaitu piknik menikmati keindahan alam, lintas alam, photo hunting, berkemah dan jenis wisata lainnya
2. Wisata tirta yaitu diantaranya memancing dan berperahu diperairan pantai
3. Wisata ilmiah merupakan lokasi yang cukup ideal untuk penelitian flora dan faunanya.

Sejarah kawasan
Sebelum dijadikan TWA kawasan ini merupakan kawasan lindung dan hutan tanaman. Selanjutnya kerena potensi kawasan dan panorama alamnya dapat dikembangkan untuk kepentingan pariwisata maka berdasarkan keputusan mentri pertanian pada tahun 1978 (No.440/um/1978 tanggal 15 juli 1978) statusnya diubah menjadi Taman Wisata Alam dengan luas 95ha.

Dalam perkembangan selanjutanya sebagai realisasi untuk mengikutsertakan perum perhutani dalam pengelolaan Hutan Wisata maka berdasarkan SK DIrjen Kehutanan No. 330/kpts/I/80 tanggal 14 juni 1980, TWA Carita termasuk salah satu dari ke 18 lokasi TWA di Pulau Jawa yang pengusahaannya diserahkan kepada perum perhutani, dan pada tanggal 4 juni 1990, SK Dirjen tersebut dicabut/diganti dengan SK mentri kehutanan No. 284/kpts-II/1990.

Sebagai tindak lanjut dari surat Keputusan tersebut maka disusunlah Rencana Karya Lima Tahun Tahap II sebagai dasar pelaksanaan selama lima tahun (1997-2001) yang terarah dan terinci.

Perkembangan potensi wisata TWA Carita adalah sebagai berikut:
1. Tempat Rekreasi PAntai
Rekreasi pantai mulai ada perkembangan sejak tahun 1989 ini belum merata, lebih berkembang lagi yakni sejak tahun 1994 setelah dicanangkan Sapta Pesona.
Menurut sejarah sebelum gunung Krakatau meletus tahun 1882 ada Regen (Zaman sekarang disebut Bupati) memanggil Gamparan (Camat) dan Kepala Dusun (Kepala Desa) untuk berkumpul dipantai yakni tepatnya kurang lebih yang sekarang dekat Villa Mario, Pantai Perhutani dan Mario Lippo.
Maksudnya berkumpul tersebut agar diberitahukan bahwa gunung Krakatau akan meletus sehingga masyarakat harus mengungsi.
Pada tahun 1883 terjadilah gunung krakatau meletus, sehingga pantai yang pernah dipakai berkumpul oleh Regen tersebut menjadi Pantai Carita.
2. Pemondokan/Pesanggrahan
Pemondokan penginapan yang semula namanya pesanggrahan terletak dalam kawasan hutan 1.2km dari jalan raya masuk kesebelah utara dengan ketinggian 100m dpl, banyak ditumbuhi semak belukar dan bangunan sederhana, pesanggrahan ini adalah tempat singgahnya Belanda pada waktu zaman penjajah tahun 1927 sampai Indonesia merdeka, dan setelah itu sekitar tahun 1950 dilokasi ini ditanami jenis-jenis Mahoni, jati, Meranti dan Khaya anthoteca. Dikarenakan semakin pesatnya perkembangan (Zaman Orde Baru) dan diJawa Barat dirubah Dinas Kehutanan menjadi Perum Perhutani tahun 1978. Maka potensi yang bisa digali dikembangkan untuk rekreasi wisata alam. Semula pesanggrahan dibangun tahun 1984 diresmikan tahun 1985, disewakan kepada umum tahun 1989 sampai sekarang.
3. Air terjun/ Curug Gendang
Air terjun jaraknya 3.5km dari pesanggrahan kesebelah utara, semula jalannya tanah, air terjun ini sebenarnya diluar lokasi TWA, tapi masuk kawasan resort pasauran BKPH Pandeglang, mengingat daerah Carita menjadi obyek wisata secara nasional, maka air terjun tahun 1995 banyak dikunjungi oleh wisatawan baik asing maupun domestik. Ketinggian air terjun 7m, kedalamannya 13m dan luasanya 10m.
Maka sejak ahun 1995 mulai dikomersilkan. Menurut cerita orang-orang setempat bahwa air terjun curug gendang semula namanya curug Citajur dan tempat ini pada waktu zaman Belanda dipakai persembunyian, pada waktu itulah pada suatu malam ada suara gendang Ketuk Tilu sehingga orang-orang tersebut memberi nama Air terjun Curug Gendang.

Fasilitas
Keadaan prasarana dan sarana yang telah tersedia di TWA Carita antara lain berupa: Pintu gerbang, loket karcis, jalan masuk, tempat parkir, ruang informasi, kopel, shelter, pesanggrahan, pondok wisata, tempat bermain anak, mushola, rumah jaga, lapangan tenis dan bumi perkemahan.

Aksesbilitas
Jalan untuk menuju ke TWA CArita dapa ditempuh melalui empat rute yaitu:
1. JAkarta-Serang-Pandeglang-Labuan-lokasi=160km.
2. Jakarta-Serang-Cilegon-Anyer-lokasi=170km.
3. Jakarta-Serang- Palima-Batukuwung-lokasi=160km.
4. Bogor-Rangkasbitung-Pandeglang-LAbuan-Lokasi=150km.
 
 
Close
 
 
©2005 Copyright by OkeAja.Com. All Rights Reserved.