Gua Buniayu
Wana Wisata Gua Buniayu

Keadaan umum
Wana wisata seluas 10ha menurut administrasi pemerintahan termasuk Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten DT II Sukabumi. Sedangkan menurut wilayah pengelolaan perhutani, terletak di RPH Ciguha, BKPH Cikawung, KPH Sukabumi,

Wana wisata ini terletak pada ketinggian 773m dpl, konfigurasi lapangan umumnya datar sampai berbulit. Suhu udara antara 20-28C.

Potensi Kawasan
Wana Wisata ini terdiri dari hutan alam dan tanaman campuran (pinus, mahoni, agathis, kaliandra). Sumber air yang ada berupa mata air yang saat ini dimanfaatkan untuk keperluan pengunjung. Potensi visual lansekap didalam kawasan yang menarik adalah gua alam, hutan alam dan tanaman.

Potensi wisata
Wana wisata ini selain digunakan unuk wisata harian juga untuk wisata berkemah. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan adalah penelusuran gua, piknik, sedangkan untuk kegiatan berkemah tersedia beberapa kompleks perkemahan.

Sejarah kawasan
Wana wisata Gua Buniayu semula dikenal sebagai gua Cipicung oleh masyarakat setempat sesuai dengan nama kampung didekatnya. Beberapa penelusur biasa menyebutnya Gua Siluman, Sedangkan Perum perhutani sendiri selaku pengelola telah menetapkan nama gua Buniayu.

Penelusuran dan pemetaan Gua Buniayu dilakukan untuk pertama kali pada tahun 1982 oleh seorang speleogiwan Indonesia-Dr.R.K.T Kho, bersama beberapa penelusur berkebangsaan Perancis anggota Federasi De Speleleologie (FFS) yaitu: George Robert, Arnoult Seveau, Michael Chassier.

Pada saat ini telah berhasil dipetakan Gua Cipicung (panjang 3300m) dan gua-gua lain disekitarnya yaitu Gua Bibijilan (717m), Gua Adni (635m), Gua Nyangkut (390m), Kubang Lanang (302m), Gua Tanpa Nama (400m) Gua Karsim, Gua Bisoro, Gua Idin, Gua Gede, Gua Kole.

Gua Buniayu dengan sejuta keunikan dan pesonanya sebenarnya baru ditemukan oleh Slim. Penduduk Jakarta yang kini menjadi warga Buniayu. Penemuannya ini tidak sengaja, atau lebih yakinnya Slim ingin membuktikan keterangan warga desa itu yang menyebutkan bahwa gua itu angker. Tapi setelah ditelusuri ternyata gua itu menyimpan sejuta pesona yang layak dijual sebagai komoditi pariwisata, yang kemudian dikelola oleh perum Perhutani sejak tahun 1991.

Menurut cerita dari mulut kemulut penduduk disana Gua Buniayu yang dulunya dikenal sebagai gua Siluman dinyatakan sebagai tempat angker. Sebab menurut mereka, gua itu sesuai namanya adalah tempat segala jenis makhluk jadi-jadian alias siluman. Maka penduduk tak berani mendekati gua itu. Yang berani pasti malamnya bermimpi mengerikan atau sakit. Namun demikian Perum Perhutani menganggap bahwa gua siluman ini sebagai aset wisata daerah yang harus dikembangkan.

Aksesbilitas
Wana wisata ini dapat dicapai dengan kendaraan roda dua maupun empat. Jarak tempuh dari Sukabumi 26km. Kondisi jalannya umumnya baik dan beraspal. Sarana transportasi umum yang ada berupa colt dan bis menuju Sagaranten.
 
 
Close
 
 
©2005 Copyright OkeAja.Com. All Rights Reserved.